jump to navigation

Manusia yang Serba Setengah! 11 April 2010

Posted by Subhan Setowara in Tentang Kehidupan.
trackback

SOBAT, tahukah Anda situasi seperti apakah yang membentuk manusia saat ini? Zaman apakah yang telah membuat banyak orang menjadi semakin emosional dan merasa seperti hidup dalam ketidakpastian? Yang telah membuat manusia; Anda dan kita semua lebih mudah percaya pada orang lain, media, dan lingkungan, ketimbang percaya terhadap diri kita sendiri; zaman di mana manusia begitu mudah kehilangan karakter dan prinsip hidup?

Sebelum saya memberikan gambaran tersebut, saya akan menjelaskan 3 fase peradaban manusia yang secara sederhana dapat disistematisasi dengan alur tradisional-modern-posmodern. Di era tradisional, segala sesuatunya berjalan secara natural, apapun yang dibutuhkan manusia senantiasa dikembalikan pada alam semesta.

Sandaran hidup manusia di era tradisional adalah mitos. Mitos akan dewa-dewa, bintang-bintang, dan segala hal yang dapat membentuk sistem keyakinan manusia tanpa perlu berpikir panjang. Saat itulah kebudayaan dan sistem adat berkembang pesat. Saat itulah bangsa-bangsa eksis dengan mitosnya masing-masing. Saat itulah, sebelum adanya negara, manusia diatur oleh komunitas budaya bernama bangsa.

Fase kedua peradaban manusia adalah era modern yang ditandai dengan pergeseran dari masyarakat alamiah menuju masyarakat ilmiah. Inilah masa di mana manusia mulai meninggalkan mitos. Di sinilah era lahirnya ilmu-ilmu modern yang saat ini Anda pelajari di sekolah maupun universitas. Mitos menjadi ilmu. Mitos hari akhir menjadi eskatologi, mitos bintang-bintang menjadi astronomi, mitos kepribadian menjadi psikologi, mitos budaya menjadi antropologi, mitos sosial menjadi sosiologi, mitos alam semesta menjadi fisika dan metafisika, dan mitos itu sendiri menjadi mitologi, et cetera. Inilah era di mana manusia percaya pada rasio; pada akal-pikiran yang melahirkan ilmu-ilmu tentang segala hal yang dapat dijangkau nalar manusia. Ini pula era di mana lahir institusi negara yang membuat kehidupan semakin teratur sekaligus membongkar mitos hukum rimba dan king can do no wrong. Boleh dibilang, inilah era kejayaan manusia di mana demikian banyak ilmuan bersusah-payah melahirkan penemuan-penemuan baru yang teramat sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia hari ini.

Lalu, bagaimana dengan kehidupan manusia di zaman ini? Yupz, saat ini kita hidup di era posmodern. Sandaran hidup manusia bukan lagi rasio, apalagi mitos. Ini adalah era manusia tanpa sandaran hidup, yaitu manusia serba setengah; setengah rasio, setengah mitos; setengah percaya, setengah skeptis; setengah mati, setengah hidup; setengah tradisional, setengah modern; setengah hati, setengah ambisi; setengah cinta, setengah nafsu; setengah idealis, setengah oportunis; setengah mikir, setengah asal! Era di mana rasio menjadi mitos dan mitos dibungkus rasio. Inilah era kacau balau. Jika dibuat rumus, maka dapat disederhanakan menjadi: Mitos + Rasio = Chaos. Istilah chaos berasal dari Yunani Kuno yang memiliki arti a state lacking order or predictability (situasi yang ditandai dengan hancurnya keteraturan dan kepastian).

Benar, inilah era chaos. Semua ilmu telah tersedia, saatnya tambal sulam sembari dibungkus dengan bumbu mitos yang seolah-oleh nyata. Mitos media, mitos iklan, mitos popularitas, mitos citra diri, mitos gelar akademik, mitos kekayaan, mitos barang baru, mitos status sosial, dan mitos-mitos lainnya yang membuat manusia; Anda dan kita semua lebih suka bersembunyi di balik kesucian palsu. Inilah saat di mana kejujuran adalah hal yang tabu, keaslian menjadi barang langka; di mana manusia bertopeng mengaku tidak bertopeng; daripada mencari hal baru lebih baik mengikuti yang sudah ada; daripada berkreasi lebih baik meniru; daripada bersusah payah, mending cari yang instan. Sobat, inilah era, di mana batas-batas negara, lebih-lebih batas bangsa benar-benar diruntuhkan oleh pasar dan egoisme individu.

Dus, sebagai catatan akhir, saya hanya ingin mengatakan bahwa segala hal yang terjadi di era posmodern ini adalah kehidupan paling menarik, menantang, menakjubkan, sekaligus menegangkan yang pernah ada dalam sejarah manusia. Lantas, bagaimana caranya agar kita dapat survive dan exist di era ketidakpastian yang serba setengah ini. Maaf, saya tidak dapat menulisnya di artikel ini karena tulisan ini akan sangat panjang dan Anda akan sangat lelah membacanya, tapi tentu saja saya akan menulis secara terpisah pada artikel lainnya, so please be patient guys! Di sini saya hanya ingin menyarankan agar Anda rajin membaca dinamika sosial dan mempelajari matriksnya. Selamat menjelajahi hidup di dunia nyata!

Dengan Sepenuh Hati, Hanz Terranova

Comments»

1. Red - 20 April 2010

Canggih euy! Keep it up brader! You rock, you awesome! =)

2. jartomy - 1 May 2010

setiap postnya sangat nendang !

3. Rully - 8 June 2010
4. panji - 14 October 2010

Inspiring…
kl setengah2 dpt hasilnya juga setengah2….
thx for sharing

don’t forget to visit me
http://catatanpanji.wordpress.com

5. Media direktori Indonesia - 9 December 2010

apa yg memang harus kita kerjakan untuk mencapai impian itu yg aku lakukan!! ya memang ini dunia sekarang yg kita hidupi!!!

6. masdikin - 12 December 2010

intinya itu manusia tidah mengenal hakikat hidup.itu aja seh..sebenarnya gampang nyadarinya>>

7. amin - 20 November 2014

good

8. agus - 28 December 2014

Good.

9. ardan - 1 September 2016

Wow keren nih artikel


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: